Kasus Pasir Tambang Galesong Akan Menyeret Sejumlah Pejabat Takalar “Siapa” Yach

by -503 views

TAKALAR,KAWALBERITA.COM,——Walaupun Pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus tambang Galesong ,pihak penyidik belum berani menyebutkan siapa nama yang akan di jadikan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Diketahui Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel),ada 12 orang pejabat dikabupaten sudah diperiksa termasuk mantan sekda Takalar.

Status perkara ini sudah pada tingkat sidik atas kasus dugaan korupsi,dengan obyek perkara penetapan harga jual tambang pasir laut di Kabupaten Takalar tahun 2020.kemarin.

“Setelah melakukan ekspose perkara, tim penyidik bersepakat meningkatkan penanganan kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan,” kata Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sulsel, Andi Faik Wana Hamzah, Kamis (31/03) kemarin.

Namun Andi Faik belum bersedia membeberkan nama-nama tersangka dalam kasus yang ditengarai merugikan keuangan negara kurang lebih Rp 13 miliar, tersebut.

Menurut Andi Faik, tim penyidik telah menemukan alat bukti permulaan yang cukup akan terjadinya tindak pidana kasus dugaan korupsi,sehingga penyidik meningkatkan status penanganan perkara.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Pemberantasan Korupsi (DPN-GNPK), Ramzah Thabraman, kami sangat mengapresiasi langkah Kejati Sulsel dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kejati harus segera mengumumkan nama nama tersangka.”ujarnya.

Lanjut dikatakan Kami juga meminta agar dugaan peran orang ketiga dalam kasus ini didalami.

GNPK sedang melakukan penelusuran dan menduga ada oknum pihak ketiga yang ikut terlibat dan menerima manfaat,” pinta Ramzah.

Diketahui, kasus ini diusut lantaran adanya dugaan potensi kerugian negara sebesar Rp13,5 miliar dalam penetapan harga jual tambang pasir laut di wilayah Takalar tahun 2020.

Diduga, harga tambang pasir laut dijual Rp7.500 per kubik dari harga jual yang ditetapkan dalam peraturan sebesar Rp10.000 per kubik. Informasi yang dihimpun menyebutkan, turunnya nilai harga jual tambang pasir didasari oleh adanya penawaran yang dilakukan pihak penambang.
Tawaran pihak penambang kemudian direspon dengan rapat bersama sejumlah pejabat Pemkab Takalar. Tawaran pengurangan harga itu kemudian disetujui dan disepakati melalui berita acara.

Belakangan, masalah pun muncul, lantaran penetapan pengurangan harga jual tambang pasir laut tersebut, disinyalir tidak memiliki dasar regulasi yang kuat.

Dan kebijakan itu, dianggap oleh aparat penegak hukum, sebagai langkah yang berpotensi merugikan keuangan negara cukup besar.

Sumber: Humas Kejati Sulsel.

Editorial Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.