Kejagung RI Perintahkan Kasipenkum,Buka Aduan. Jika Ada Kejari dan Staf Main Proyek,Saya Tindak Tegas

by -16 views

JAKARTA,KAWALBERITA.COM,—–Kejagung RI Kembali mengumpulkan Semua Kejati, Kejari,kacab Kejari seluruh Indonesia,agar tidak lagi melakukan praktek hukum parsial.apalagi ada oknum jaksa bermain proyek,hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dan mengesampingkan penegakan hukum secara profesional.

Pertemuan ini berlangsung secara virtual dipimpin langsung oleh Kejagung RI Burhanuddin dan dihadiri oleh semua pejabat tinggi Jaksa Agung,selain itu,para Kejati,Kejari, se-Indonesia.

Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung)RI Burhanuddin mengatakan bahwa seluruh tindakan warga Adhyaksa selaku aparat penegak hukum adalah selalu bermuara pada pencapaian tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia.

“Setiap tindakan penegakan hukum yang dilakukan, sesungguhnya untuk menyokong segala upaya pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia, khususnya perwujudan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jaksa Agung.

Seorang penegak hukum haruslah memahami dan mendorong pencapaian kebijakan pemerintah, bukan melakukan tindakan-tindakan hukum dengan alasan selain alasan penegakan hukum atau bahkan karena dorongan kepentingan pribadi,” ujar Jaksa Agung.

Saya ingatkan para Kajati, para Kajari, para Asisten, dan para Kacabjari dan seluruh Jaksa dan pegawai se-Kejaksaan, jangan bermain dalam proyek. Kejaksaan sudah saatnya meninggalkan praktik penegakan hukum yang bersifat parsial, dan hanya melihat undang-undang dengan kacamata kuda, yang memisahkan antara norma undang-undang dengan asas dan nilai dasar hukum serta tujuan pemidanaan yang diakui dalam ilmu hukum, ujar Jaksa Agung.

Di tengah gencarnya upaya Kejaksaan mendukung pembangunan nasional, ternyata Jaksa Agung masih mendengar ada oknum Kejaksaan baik di pusat maupun di daerah yang menyalahgunakan kewenangannya, dan berperilaku layaknya BENALU.

“Artinya oknum Kejaksaan melakukan pendampingan dan pembinaan, namun menggerogoti instansi atau unit yang didampingi dengan mengintervensi pemerintah setempat.”tegasnya lagi

Lebih Kejagung mengatakan saya ingatkan jangan ada lagi Kajati, Kajari, Asisten dan juga di Kejaksaan Agung yang bermain mencari proyek di pemerintahan.

“Jangan lagi ada minta-minta atau ngemis-ngemis proyek,dengan meminta meminta setoran,apalagi mengintervensi memenangkan proyek pengadaan di pemerintahan.”ungkapnya.

Jika ada Kejati, Kejari maupun yang lainnya atau staf kejaksaan melakukan perbuatan tercela dan cukup bukti maka saya akan tindak tegas baik untuk kepentingan pribadi maupun yang lainnya
“Saya akan tindak tegas siapapun anda. Ingat itu!” tegas Jaksa Agung.

“Saya perintahkan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan, Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Pengawasan untuk melakukan tindakan-tindakan tegas.” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung menegaskan bahwa dirinya kecewa dan marah atas perbuatan oknum Kejaksaan yang masih melakukan perbuatan tercela apalagi dengan meminta-minta proyek.” Sejak hari ini, hentikan semua perbuatan tercela itu.”jelasnya.

Kata Kejagung RI saya selaku Jaksa Agung akan bertindak tangan besi untuk menghukum anak-anak saya demi terjaganya marwah institusi Kejaksaan.

“Walaupun dengan berat hati, saya pastikan akan mencopot jabatan saudara sebagai penerapan sanksi administratif, dan lebih jauh lagi, penerapan sanksi pidana sesuai dengan kadar berat ringannya kesalahan, agar menimbulkan efek jera serta pembelajaran bagi kita semua,” tegas Jaksa Agung.

Jaksa Agung dihadapan persinilnya dengan tegas mengatakan agar tidak mempercayai siapapun yang membawa, mengaku kenal dengan saya, atau mengaku diperintahkan oleh saya, atau mengatasnamakan saya untuk berkoordinasi mengenai perkara, atau untuk meminta proyek pada pemerintah setempat.

‘Kepada seluruh kepala satuan kerja agar menjaga wibawa yang melekat pada jabatan saudara, sehingga tidak perlu takut kepada pihak atau organisasi, seperti lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menggunakan nama kejaksaan dan mengaku seolah-olah menjadi organisasi pendukung kejaksaan yang mempunyai niat untuk mencari keuntungan.”tegasnya.

Selain itu, Jaksa Agung juga masih melihat ada oknum Kejaksaan baik di pusat maupun di daerah, yang mengumbar kemewahan, memakai perhiasan dan bergaya hidup mewah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.

“Perilaku tersebut bertolak belakang dengan Instruksi Jaksa Agung Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Sederhana, karena dapat memicu perilaku koruptif, “ungkap Jaksa Agung.

Kata S Burhanuddin
tolong jaga marwah ini. Tolong jaga institusi ini. “Saya meminta Kapuspenkum untuk membuka aduan siapa saja para Jaksa maupun pegawai Tata Usaha yang masih meminta-minta proyek saya tindak tegas hingga pencopotan,” tegas Jaksa Agung.(Int)

Editorial Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.