Jumat Berkah,Warga Binaan Rutan Bantaeng Jadi Muallaf,Ucapkan Dua Kalimat Syahadat

by -15 views

BANTAENG,KAWALBERITA.COM,– – (13/08/2021) Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku, inilah ungkapan yang paling tepat dalam menggambarkan toleransi yang diberlakukan oleh Rutan Bantaeng.

Toleransi beragama lingkup rutan Bantaeng tetap mendukung setiap warga binaan dalam memeluk dan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Begitu pula dengan keinginan dan keyakinan bagi setiap warga binaan yang memilih untuk berganti keyakinan tanpa intervensi dari siapapun

Salah seorang warga binaan wanita yang sedang menjalani masa pidana di dalam Rutan Kelas II B Bantaeng, menjalani prosesi untuk mualaf (masuk islam) yang sebelumnya memeluk agama jumat,(13/8/21)

Kegiatan pengambilan dilaksanakan di dalam Mesjid At-Taubah Rutan Bantaeng, yang dihadiri oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (KEMENAG) Kabupaten Bantaeng, Sopyan Y,

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaeng, Ustadz Ridwan yang mengarahkan langsung untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, dan Seorang Tenaga Pengajar dari KEMENAG Kabupaten Bantaeng, H. Muriati.

Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, warga binaan yang namanya belum disebutkan ini mengucap hamdalah dan meminjam untuk terus mempelajari agama islam.

“Saya ingin berterima kasih kepada bapak Kepala Rutan dan Bapak Kasubsi Peltah yang telah memfasilitasi keinginan saya untuk memeluk agama islam.”ujarnya

Lanjut dikatakan Demi Allah SWT, keinginan saya ini betul-betul murni dari saya sendiri tanpa paksaan dari siapapun, bahkan sebelum menginjak Rutan Bantaeng” Tegas warga binaan tersebut.

Ia juga perlug bahwa akan mempelajari islam dengan sebaik-baiknya baik di dalam maupun diluar Rutan (bebas) nantinya.

Kepala Rutan Kelas II B Bantaeng, Ince Muh. Rizal, saat ditemui diruangannya mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu hal yang sepatutnya dipenuhi oleh pihak Rutan Bantaeng demi memenuhi hak-hak warga binaan terkait kepercayaan dan agama masing-masing.

“Dalam segala pembinaan, baik itu dalam bentuk mandiri maupun keagamaan bagi warga binaan harus terlepas dari bentuk pemaksaan (compulsion),”jelasnya.

Lanjutan Sapaannya IMR apalagi jika hal tersebut menyangkut tentang agama dan kepercayaan Semoga warga binaan yang bersangkutan bisa dengan giat untuk belajar sholat, membaca al-qur’an dan akidah dalam islam .

Penulis Kontributor,
Redaksi Humas Rutan Bantaeng Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.