Tugas Berat , Tim BPBD Takalar Tinjau Lokasi Rawan Bencana di Dusun Pasuleang

by -18 views

TAKALAR,KAWALBERITA.Com,—
Kepala BadanPenanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Takalar Nuriksan Nurdin SE, M.Si, setelah membaca berita yang dimuat Media Online Topik Terkini mengenai keluhan dan jeritan warga lingkungan pasuleang 2 Kelurahan Pallantikan Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar, yang terdampak Abrasi dari luapan air sungai pappa,

Sehingga Pemerintah langsung merespons yakni membentuk tim untuk meninjau dan melihat langsung kondisi lapangan.

Dalam tim yang dibentuk tersebut kata Nuriksan, melibatkan unsur pemerintah kelurahan dan kecamatan yang dikordinir langsung Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Takalar M. Jaya.

Hasil kunjungan inilah yang akan di jadikan rujukan pertimbangan untuk diprogramkan kedepan sehingga dapat menjadi perhatian khusus pemerintah pusat

“Insyaallah segera kami buatkan proposal, berkordinadi dengan terintegrasi dengan pihak lembaga-lembaga fertikal yang ada kaitannya dengan penaggulanagan bencana.
Kita tidak boleh berharap banyak dengan APBD Takalar, tetapi kita akan upayakan mendapatkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Demikian dijelaskan Nuriksan pada 26/7/2021 di lokasi Dusun Pasuleang,

Menurut Iccang Bro panggilan akrab Nuriksan sejak dilantik 7 juli 2021, pertama saya lakukan bersama teman, kita harus menyatukan persepsi, karena dalam penanganan bencana misalnya harus kerja bareng, melibatka seluruh komponen, harus terkordinasi.

“Bencana bukan kemauan kita, dan harus melibatkan masyarakat,untuk mengedukasi soal bencanaan.”tuturnya.

Selain itu Kepala Badan Bencana juga meng- inventarisir asset atau peralatan kebutuhan Bencana
Tetapi kalau saya lihat sudah standar semua bisa melakukan penanganan.

“Yang menjadi pemikiran adalah ketersediaan anggaran yang di kelolah seperti pada Kondisi darurat sehingga kita bisa cepat, tepat dalam melakukan penanganan.apa lagi musim hujan tahun 2021 nanti di khawatirkan cuaca bisa mendatangkan bencana antisipasinya harus lebih awal menyediakan sarana dan prasarananya”ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) M. Jaya, Kurang lebih 1500 meter yang harus menjadi perhatian khusus, pada dua titik yakni di Dusun Pasuleang 2 di Kelurahan Pallantikang sekitar 600 meter dan dilingkungan Sayoang 600 meter.

“Kalau melihat kondisi lapangan secara teknis yang harus dilakukan, pemasangan bronjong dengan pengikat kawat yang tidak mudah bekarat, untuk menahan longsoran tanah pinggir sungai sepanjang 1500 meter,”pungkasnya

Penulis Natsir Tarang
Editorial Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.