Proyek Irigasi Tetes di Desa Bontomanai Kec.Marbo di Nilai Gagal Total

by -274 views

TAKALAR,KAWALBERITA.Com,—- Program Irigasi Tetes melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020, di Desa Bontomanai Kecamatan Mangarabombang Labupaten Takalar gagal total.

Proyek yang tergolong Raksasa ini menelan anggaran kurang lebih Rp. 20 Milyar dari Dana APBN, pada saat tahap sosialisasi dia menjanjikan peningkatan taraf hidup bagi petani yang ada di Desa Bontomanai,

Namun faktanya berbanding terbalik 180 derajat dan sangat mengecewakan karena apa yang di janjikan saat sosialisasi proyek kepada sepuluh Kolompok tani sama sekali tidak terlaksana.

Menurut Kepala Desa Bonto Manai Muh Arif ketika bincang di kantor Desa bersama beberapa tokoh masyarakat mengatakan,10 titik sumur bor yang rencana awal sebagai paket proyek Irigasi Tetes tidak satupun yang dapat menghasilkan air, sembilan gagal Total,

“Tidak bisa digunakan karena tidak ada sumber airnya,awal keberadaan proyek tersebut petani bisa lebih sejahtera,sumur bor tersebut tidak bisa beroperasi karena air tidak ada,sehingga Masyarakat gigit jari”jelasnya.

Lanjut Kades Bontomanai,Pipa pipa Proyek yang akan di pasang sebagai pipa-pipa rembesan yang nantinya akan dibentangkan diatas lahan garapan dari 10 kelompok tani tersebut masih menumpuk dekat Balai desa dan dekat rumah ketua kolompok belum dipasang oleh pihak pelaksana proyek.

Pihaknya (Kades Bontomnai ) sudah pernah menyurat ke dinas pertanian provinsi respon Dinas provinsi pada saat itu,”ujar Kades Bontomanai Muh Arif

Terbukti beberapa hari kemudian Inspektorat provinsi, dan Dinas pertanian provensi serta dari kejaksaan tinggi memeriksa langsung kondisi yang ada dilapangan tapi sampai saat ini belum juga diketahui kelanjutannya.

Beberapa kelompok tani sangat kecewa dan merasa tertipu , “awalnya dijanjikan akan difasilitasi semua kebutuhan petani, mulai dari bibit tanaman, pupuk dan yang lainnya, tapi nyatanya, sama sekali tidak terlaksana,semua yang dijanjikan tidak ada yang terealisasi”ujar salah satu kelompok tani Desa Bontomanai.

Pada musim tanam jagung dan palawija petani di sepuluh Kolompok ini belum Bisa Berharap menuai hasil lantaran saat ini tidak ada lagi kelompok yang menggarap lahannya.

“Karena menunggu yang telah dijanjikan oleh pertanian melalui proyek irigasi rembesan tersebut demikian disampaikan salah seorang Ketua kolompok Tani Senin (14/06/2021)

Penulis Natsir Tarang
Editorial Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.