Gerak Misi Tunggu Janji Kapolres Takalar ,Kasus IPAL dan MCK Senilai RP 4,5 Miliar

by -56 views

TAKALAR, KAWAL BERITA.Com—-— Kapolres Takalar, AKBP. Beny atensi khusus tuntutan Gerak Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) untuk segera tuntaskan kasus proyek Pembanguan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Kombinasi Komunal Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) pada tahun 2019.

“Kami mendukung penuh aspirasi Gerak Misi dan saya akan atensi khusus ke Penyidik Tipidkor Polres untuk segera menuntaskan proyek pembanguan IPAL MCK. Dan mari kita secara bersama sama untuk mengawal proyek tersebut,” ucap AKBP Beny, diruang Vicon Polres Takalar, Selasa (14/06/21).

Unjuk rasa tersebut sebuah desakan Kapolres Takalar,agar kasus IPAL ini yang sudah lama berkutat di area hukum hingga saat ini belum ada kepastian hukum nya sehingga masyarakat bertanya.

Tuntutan Gerak Misi saat melakukan Unjuk Rasa (Unras) mendesak Polres Takalar untuk segera evaluasi Unit Tipikor Polres Takalar,

Jenderal Lapangan Aksi Yayat mengatakan pihka polres Takalar jangan main menangani kasus IPAL kasus ini sudah bertahun tahun dimeja penegak hukum,namun hasilnya belum jelas.

“Jadi kami sampaikan kepada pihak Kaplres Takalar supaya Kadis PUPR Takalar,PPK dan KPA di Tangkap dan adili,pelanggaran kasus dugaan korupsi sudah jelas.IPAL dan MCK “terangnya.

Selain itu kata Yayat pihak Polres Juga harus lebih transparan penanganan Kasus Pembangunan IPAL Dan MCK di Kabupaten Takalar diduga ada indikasi konspirasi dalam penanganan Kasus tersebut.

Proyek Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Kombinasi Komunal Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) dikerjakan secara Swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Proyek ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp.4.517.540.000 miliyar melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas PUPRPKP Takalar yang tersebar luas di 10 titik kegiatan di Kabupaten Takalar,

Ada lima titik di Ponpes (Pondok Pesantren) dan lima titik di Pemukiman. Dan kami menemukan indikasi Korupsi yang secara massif, seperti ketidaksesuaian antara volume bangunan dengan anggaran yang dikucurkan.” Jelas Yayat.(*)

Penulis Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.