Dugaan Korupsi Terbesar di Internal PDAM Takalar Rp,1,2 Miliar,Kejaksaan Lagi Bidik Tersangka Baru

by -153 views

TAKALAR,KAWALBERITA.COM,——Setelah Pihak Kejaksaan  Negeri Takalar menetapkan MTD Sebagai tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Pembangunan AMDK PDAM Takalar.

Kasus dugaan korupsi paling terbesar di Internal PDAM dengan bentuk penyertaan Modal bersumber dari  APBD Tahun 2019 senilai Rp,1,4 miliar.

Kasipidus Kejari Takalar Suwarni Wahab mengatakan saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, saudara MT kita sudah tetapkan sebagai tersangka karena ada kerugian negara dalam penyertaan modal APBD Takalar 2018 Rp 1,4 miliar.

“Dalam tender tersebut pihak Latahzan sebagai pemenang,dengan rincian Pengadaan bangunan Rp  900 juta dan mesin Rp 300 juta  jadi akumulasi kerugian negara Rp,1,2 miliar.”Ujarnya.

Lanjut kata Suwarni wahab PDAM Takalar menerima dana hibah dari APBD Takalar tahun 2018 dan 2019.

“Tahun 2018 Pihak PDAM Takalar terima dana Hibah APBD senilai Rp miliar,dan tahun 2019 kembali lagi menerima dana hibah Rp 1,4 miliar”jelasnya saat ditemui diruang kerjanya Rabu,(31/3/21)

Diuraikan mantan Kasi pidana  Umum (Kasipidum) Kejaksaan Bantaeng,pada bulan maret 2019 pihak PDAM Takalar melakukan permintaan  pencairan anggaran

“Nanti pada bulan Mei anggaran  Rp,1,4 miliar dicairkan  dikas Daerah  (Kasda).”terangnya

Jadi MTD pihak ditahan di Rutan Polres Takalar 20 hari kedepan untuk dilakukan Pendalaman kasus,dan tidak tertutup kemungkinan dari hasil Pendalaman kasus ada tersangka baru.

Terkait dengan soal  Direktur PDAM Takalar belum di tahan,kasus masih berlanjut dan kita dilakukan Pendalaman kasus,”kita masih tetap melakukan pemeriksaan.”jelasnya.

Menurut suwarni MTD dijerat pasal 2 ayat (1) Undang undang RI No 30 Tahun 199 tindak pidana korupsi ancaman hukuman maksimal 20 tahun paling rendah 4 tahun.

Sementara salah satu Tokoh Pemuda Takalar enggan di sebut namanya

“Ia mengingatkan pihak APH kejaksaan untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi secara terang benderan dan tidak menutup kemungkinannya akan terpenuhi pasal 55 ayat 1 KUHP yaitu orang yang ikut serta dalam tindak pidana sehingga merugikan keuangan negara,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan adanya kasus terjadi dugaaan korupsi di PDAM kabupaten Takalar pihak badan pengawas ini yang lemah sehingga kemudian terjadi hal-hal seperti ini.(*)

Penulis Redaksi
Editorial MD Rimakka

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.