Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Desak APH Periksa Pihak Manager PLN Takalar

by -19 views

TAKALAR,KAWALBERITA.COM,-– Aliansi Pemuda mahasiswa dan masyarakat Takalar mendatangi kantor PLN cabang Takalar,

Massa ini adalah gabungan ormas APDESI, FB-Hipermata, AMPI, Karang Taruna, HMPG dan KPT, mereka melakukan aksi di depan kantor PLN Cabang Takalar atas pemadaman listrik penerangan lampu jalan yang terjadi sekitar dua pekanlalu,

“Aksi pemadaman PJU di kota Takalar  secara sepihak sangat merugikan masyarakat Kabupaten Takalar”ujarnya. Senin, 12/04/2021

Aksi Demo ini dipicu kekecewaan masyarakat terkait pemadaman penerangan jalan umum (PJU) yang terjadi disekitar wilayah perkotaan di Takalar,

“PLN diduga tidak transparan dan telah memberikan data yang hanya perkiraan sepihak tanpa menggunakan data rill berdasarkan jumlah PJU yang seharusnya dibayar pihak Pemerintah Daerah.”terang korlap Suhardi.

Koordinator aksi, Suhardi menyampaikan Dalam orasinya, untuk mengcopot manager PLN Cabang Takalar yang dianggap bertanggungjawab, terkait ketidak transparan perhitungan PJU yang telah berlangsung begitu lama di wilayah kab. Takalar.

“Kami mendesak  pihak PLN  untuk memberikan data perhitungan tagihan listrik yang akuntabel sehingga PLN Takalar tidak dianggap merampok dana pajak penerangan jalan umum (PJU) yang dibayarkan oleh masyarakat selama ini.”ujarnya.

Selanjutnya massa meminta kepada aparat penegak hukum (APH) baik Polres Takalar atau pun pihak kejaksaan negeri Takalar untuk mengusut tuntas kasus ini

“Kamipun akan melakukan pelaporan secara resmi dalam waktu dekat terkait dengan dugaan adanya konsfirasi yang berujung pada kasus korupsi di pihak PLN,” ucap korlap Suhardi.

Pihak PLN Takalar beberapa waktu lalu telah melakukan Rapat dengar Pendapat (RDP) bersama pihak pemerintah daerah di Gedung DPRD Takalar melalui Komisi II, dalam pertemuan itu pihak Pln diminta melakukan transfaransi perhitungan terkait tagihan PJU non meteran, sayangnya pihak PLN tidak mampu memberikan penjelasan serta data kongkrit terkait hal tersebut.

Bahkan beberapa anggota Legislatif sempat mencecar  perwakilan PLN terkait cara perhitungan pembayaran listrik PJU yang non meteran. Sayangnya, pihak PLN tidak bisa memberikan penjelasan yang detail terkait tagihan lampu penerang jalan itu.(*)

Penulis Sar
Editorial MD

No More Posts Available.

No more pages to load.