Sepekan Terakhir Kantor Kejaksaan Takalar Banyak Tamunya dan Banyak Mobil Berjejer?

by -57 views

TAKALAR,KAWALBERITA.COM—Ada pemandangan yang sangat menarik bagi masyarakat Kabupaten Takalar tidak pernah terjadi sebelumnya,didepan kantor Kejaksaan Negeri Takalar banyak mobil terparkir tidak seperti sebelumnya

Waktunya Kejari Lama Syafril belum terparkir bisa dihitung dengan jari dan boleh di sebut kantor kejaksaan sepi.dari kunjungan warga.

Tapi baru sepekan Kejari di jabat Mantan Kasipenkum Kejati Sulsel Salahuddin.SH.MH, kelihatannya sudah mulai banyak beraneka merk terparkir,begitu sudah banyak warga yang berdatangan,selang beberapa menit,muncul lagi wajah,ada yang senyum dan ada juga wajah kusam,entahlah apa ada maslahmya atau hanya kedatangannya sekedar konsultasi.

Untuk lebih jelasnya,KAWALBERITA.COM mencoba menelusuri sekaitan dengan banyaknya mobil terparkir pinggir jalan tepat nya didepan kantor kejaksaan Negeri Takalar,termasuk wajah yang kusam dan berseri.

Setelah di telusuri sejumlah mantan pejabat direktur RSUD HPN  Kabupaten Takalar,pihak kejaksaan melakukan pemanggilan adanya indikasi  dugaan kerugian negara mencapai nilai miliaran rupiah,dari hasil temuan BPK pada Tahun 2013-2019 lalu.

Temuan ini ditindak lanjuti oleh tim penyidik kejaksaan Negeri Takalar dibawah kendali Salahuddin SH.MH baru menjabat sepekan sebagai Kejari Takalar.

Hal ini menjadi ini menjadi attensi publik dengan kinerja Kejari baru.langsung melakukan pemanggilan para mantan direktur RSUD HPN Takalar termasuk direktur yang saat ini masih aktif menajabat di rektur RSUD HPN Takalar.Dr Asriadi Ali

Dilakukan pemanggilan tidak terkecuali dengan pihak lain diduga terkait dengan kasus tersebut saat ini intens,pihak penyidik meminta keterangan dari bersangkutan.

Kejari Takalar Salahuddin saat di konfirmasi  iya saat ini pihak pidsus melakukan pendalaman informasi sehingga dianggap berpotensi seperti para mantan  direktur dipanggil.

“Kasi pidsus sudah melakukan pemeriksaan sedang berlangsung di ruangannya,”terangnya Kamis,(4/3/21)

Sementara Kasipidus Kejari Takalar Suwarni Kasus ini masih dalam tahap penyidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk kasus dugaan korupsi barang alkes laboratorium rumkit H Padjonga Daeng Ngalle dan kasus ini diperiksa berdasarkan temuan BPK,” Jelas kasi pidana khusus (pidsus), Suwarni Wahab, Kamis (4/3/2021)

Dengan tegas dijelaskan , Suwarni Wahab  mengatakan, pengadaan barang alkes yang diadakan dan diduga telah menjadi obyek dugaan korupsi berupa 152 unit mesin alkes, peralatan mesin dan alat laboratorium.

” Yang pasti kasus pengadaan alkes ini akan rampung dalam waktu dekat dan pemanggilan berulang terhadap pihak terkait akan dilakukan setiap saat,” terang mantan kasipidum Kejari Bantaeng.

Kasus ini kata dia, melibatkan tiga rekanan masih dalam tahap penyidikan, namun hasil pemeriksaan sementara menyebutkan dugaan kerugian negara  diduga melibatkan lima mantan dirut rumkit Takalar mencapai Rp 6 Milyar.

” Hari ini yang dipanggil 22 orang dan yang hadir memenuhi panggilan penyidik hanya 15 orang dan dugaan sementara kerugian negara mencapai 6 Milyar,” Ungkap Suwarni Wahab.

Kelima dirut rumah sakit Takalar tersebut diperiksa karena dianggap mengetahui seluk beluk belanja pengadaan barang alkes rumah sakit H Padjonga Daeng Ngalle mulai tahun 2013 hingga tahun 2019 lalu.

Salah Satu Warga kabupaten Takalar enggan tidak disebut namanya,keseriusan Kejari Takalar Salahuddin ungkap kasus dugaan korupsi di Takalar kami sangat apresiasi.

“Baru sepekan setelah dilantik oleh Kejati Sulsel langsung melakukan pemanggilan para mantan direktur RSUD HPN Takalar, mudah kasus saat ini ditanganinya,sukses”terangnya.
(*)
Penulis Redaksi Redaksi

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.