Kasus Dugaan Korupsi AMDK PDAM, Berpotensi Menyeret Tiga Orang Tersangka

by -95 views

.TAKALAR,KAWALBERITA.COM,—-—-Walaupun Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan AMDK Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Takalar.

Sebab kasus ini sudah statusnya penyidikan,namun pihak Kejaksaan Negeri Takalar,masih harus bekerja keras untuk menemukan bukti yang cukup jika ingin mengungkap pelaku di balik kasus yang merugikan negara Rp.1.2 miliar.

Namun pihak penyidik kejaksaan Negeri Takalar tidak akan kehabisan strategi,dalam menelusuri kerugian negara.setelah kasus ini dinaikkan statusnya penyidikan.

Keseriusan tim pidsus Kejari Takalar untuk mencukupkan bukti yang dimilikinya,ruang direktur PDAM dan ada beberapa ruangan digeledah untuk menyita beberapa dokumen penting.

Penggeledahan tersebut dipimpin Langsung oleh Kasipidsus Suwarni Wahab didampingi sejumlah Stafnya.

Selama lima (5) tim penyidik kejaksaan berada di area PDAM Takalar,sejumlah barang bukti , berhasil diamankan,sebagai bukti pendukung untuk mengungkap identitas para pelaku dugaan korupsi yang merugikan uang negara Rp,1.2 miliar .

Selama lima jam berlangsung penggeledahan ada dua koper dokumen atau setimpal dengan 54 Dokumen sangat berharga berhasil disita oleh tim pemeriksa Kejaksaan Takalar.

Terpisah Kasipidus Kejari Takalar, Suwarni Wahab, mengatakan penggeledahan yang dilakukan kurang lebih lima jam di Kantor PDAM Takalar. Itu berdasarkan dengan surat penggeledahan nomor 04/194.P.4.32./FD.1/03/201.

“Penggeledahan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan untuk mengungkap pelaku dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan dan pengadaan AMDK di PDAM Takalar.”ujarnya.selasa,(30/3/21)

Lanjut kata Suwarni Wahab,Kami menyita 54 dokumen atau sebanyak dua koper di Kantor PDAM Takalar.

“Kasus ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,Tapi insya allah dalam waktu dekat ini, kami akan menetapakan tersangkanya,” tegas,” Suwarni Wahab.

Sebelumnya itu kita sudah memeriksa 22 orang saksi tidak menutup kemungkinan diantara ada ditetapkan sebagai tersangka dan bisa mengurucut jadi tiga (3) nama tersangka.(*)

Penulis Redaksi
Editorial MD Rimakka

 

No More Posts Available.

No more pages to load.