Jangan Ada Kriminalisasi Wartawan,”Ini Penegasan PWI Pusat”

by -10 views

MAKASSAR,KAWALBERITA,COM,—- Ridwan alias Wawan adalah Wartawan media online Makassar setiap harinya berburu informasi untuk di publikasikan kemasyarakat.

Namun pihak Pemkab Enrekang dalam hal ini Bupati Enrekang Muslimin Bando melaporkannya atas dugaan pencemaran nama baik dengan menerapkan Undang-undang ITE.

Ridwan saat ini masih menjalani penahanan di Mapolres Enrekang,terhadap berita yang di muat di media online,sejumlah Wartawan baik cetak maupun online terus melakukan desakan terhadap pihak polres Enrekang agar wartawan Ridwan alias Wawan segera dilepaskan.

Penahanan Ridwan alias Wawan langsung disikapi oleh Ketua bagian organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Otto (Zagito)

“Kasus yang menjerat Ridwan kami sangat menyayangkan Bupati Enrekang dan polisi yang telah melakukan tindakan kriminalisasi terhadap wartawan.”ujarnya.

Kata Zugito, mestinya pemkab Enrekang harus menggunakan hak jawab dan hak koreksi bila keberatan terhadap suatu pemberitaan.”Hal ini diatur dalam UU pers No 40 tahun 1999.”terangnya.

Ditegaskan pihak polisi tidak boleh seenaknya melakukan penangkapan kepada Ridwan alias Wawan. Sebab Wawan merupakan penulis berita media online.

“Polisi harus memahami bahwa antara PWI dan Polri sudah melakukan MOU mengenai sengketa pers harus memakai UU pers, bukan UU ITE atau KUHP.”jelasnya.

Lebih jauh dikatakan,mestinya pemkab Enrekang harus melakukan hak jawab dan hak koreksi, tapi pihak wartawan tidak memuat beritanya, maka itu sudah pasti pelanggaran.

“Perlu diketahui walaupun Wawan bukan anggota PWI,kita tetap attensi kasusnya,Sebab Ridwan adalah penulis dan hasil karyanya dipidanakan.Sebagai organisasi wartawan, PWI berkewajiban membantu Wawan.”jelasnya.

Lanjut Zagito,Pihak kepolisian mestinya berkordinasi dengan pihak PWI yang ada di daerah soal wartawan yang dipermasalahkan tulisannya.”Harusnya polisi lebih mengutamakan UU pers (Lex spesialis), dibanding UU ITE atau KUHP,” katanya.

Harapan PWI kepada pihak Pemkab Enrekang agar melakukan pendekatan secara persuasif dan pihak polisi harus mengedepankan delik pers.

“Kami minta agar Wawan itu dilepaskan. Kami tidak mau ada kriminalisasi wartawan,” tegasnya via seluler, Jum’at (12/02/21).

Zugito juga mendukung langkah yang dilakukan PWI Parepare dan Sidrap melakukan upaya investigasi di Enrekang.

“Langkah itu sangat kami dukung. PWI pusat meminta sengketa pers ini diselesaikan dengan baik,” imbuhnya.

Terpisah, Kabag Hukum pemkab Enrekang, Dirhamzah didampingi oleh pihak dinas Infokom mengakui,pihaknya tidak pernah meminta hak jawab terkait tulisan tersebut.(*)
Penulis Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.