Ratusan Siswa Siswa SMA 5 Takalar Tuntut Kepala Sekolahnya Mundur

by -262 views

TAKALAR,KAWALBERITA.COM,—-
ditengah Masa Pandemi Covid 19 ratusan siswa berkumpul dihalaman sekolah SMA Negeri 5 Takalar dengan membentangkan Sejumlah spanduk bertuliskan kasek SMA Negeri 5 Takalar segera mundur.

Tuntutan ratusan siswa mendesak kasek Aziz Basir diganti sebab jabatan kasek dijadikan sebagai lahan bisnis sehingga sarana dan prasarana sekolah tidak jadi perhatian.

Jenderal lapangan aksi Demo Muh Yanti Azis juga ketua OSIS SMA Negeri 5 Takalar kami meminta kepada Dinas Provinsi Sulsel,Kasek SMA Negeri 5 Takalar Galesong segera di Ganti dan dicopot dari jabatannya sebagai kasek.

“Sebab kasek Aziz Basir semenjak jabat sebagai kepala sekolah tidak fasilitas dan sarana prasarana siswa tidak pernah diperhatikan,pada kesemua itu adalah penunjang pembelajaran siswa”ujarnya.

Bukan hanya itu,sarana penunjang seperti infrastruktur yg tidak memadai.Fasilitas meja dan kursi, kaca jendela dan flapon kelas yg tidak dibenahi,sehingga teman siswa tidak bisa maksimal belajar.

Kami juga sangat sayangkan pak anggaran sekolah yang dikelola kasek itu dikemanakan kebutuhan siswa sangat terabaikan,sehingga guru pembina mata pelajaran tidak bisa mengajar secara maksimal, lantaran sarana penunjang tidak diperhatikan.

“Pembangunan sarana mushalla yang jadi aktivitas setiap saat tidak diperhatikan, fasilitasnya,dua lab IPA tidak bisa digunakan dan organisasi Ekstra kurikuler tidak dimendapatakn anggaran dari pihak sekolah.
Adanya siswa yg sdah meninggal atau berhenti tetap masih terdaftar dalam dapodik.Sudsidi kuota yg tidak merata selaman Covid-19.”terangnya dengan suara lantang.Kamis,(14/1/21).kemarin.

Suara lantang dengan tegas menuntut Kasek SMAN 5 Takalar mundur dari jabatan sebagai kepala sekolah.dengam sebuah Catatan keras Sekolah bukan ladang bisnis.Stop Komersialisasi pendidikan

Namun para Aksi demo meminta kepada pihak kepala sekolah Azis Basir S.Pd, M.Pd agar menemui para pendemo dan memberikan penjelasan kepada para pendemo. Kasek tidak bisa dengan alasan Sakit.

Untuk mengobati rasa emosional para Ratusan siswa SMA Negeri 5 Takalar, melakukan aksi Demo adalah Wakil kepala Sekolah Drs Muh Ali dan Korwas Wilayah 7 Muh. Zulkarnaen.

Korwas Wilayah 7 Dinas Pendidikan dan kebudayaan Sulsel Muh Zulkarnain,menagatakan
Bahwa semua tuntutan dari para peserta demo sudah diterima dan akan disampaikan kepada bapak Kepala Dinas Pendidikan Prov Sulsel.

“Mengharapkan kepada anak anak peserta demo agar tidak melakukan tindakan yg merusak citra pendidikan utamanya Siswa SMAN 5 Takalar, para peserta demo untuk membubarkan dan tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa seperti ini.”pinta mantan guru SMA Negeri 1 Takalar.

Penggiat Pendidikan dikabupaten Takalar Abdul Rahman aksi dilakukan oleh siswa SMA Negeri 5 Takalar sebagai bentuk ketidakpuasan gaya kepemimpinan diperlihatkan oleh kasek tersebut.

“Tentunya siswa melakukan aksi unjuk rasa punya juga alasan tersendiri bersama dengan temannya dan mang perlu kita apresiasi bapa yang dilakukan siswa, sepanjang tidak merusak fasilitas sekaolah”ujarnya.

Sebab siswa kita semakin hari sangat kritis sebagai contoh dalam tuntutannya Kasek jangan dijadikan sebagai lahan bisnis ini artinya siswa atau anak kita memilki daya analisa cukup bagus,akvitas kasek yang dilakukan dan bisa merugikan siswa itu sendiri.

Kadis Pendidikan Sulsel supaya aksi ini segera ditindak lanjuti secara psikologi sangat mempengaruhi akvitas kegiatan siswa apalagi menghadapi ujian Nasional.”ujarnya Rahman lagi.

Lanjaut Rahman supaya kasus ini tidak berlarut larut harus segera dicarikan solusi terbaik,sepanjang tuntutan para pendemo diabaikan,akan berdampak pada citra pendidikan kedepan.

“Kalau soal pergantian kasek itu kapasitasnya dinas pendidikan Provinsi Sul-Sel,namun kalau kadis melakukan pengangkatan kasek orang yang sangat visioner memiliki rasa kepedulian pendidikan apalagi saat era keterbukaan informasi”terangnya.

Sebab Kesukseksan dan kemajuan suatu sekolah atau pendidikan tidak terlepas peran guru, kasek siswa dan masyarakat itu sendiri.

Penulis Redaksi
Editorial Imam

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.